Kamis, 26 April 2012

Museum Ranggawarsita


MUSEUM RANGGAWARSITA

Alamat: Jl. Abdulrahman Saleh No. 1 Semarang Barat, Semarang, IndonesiaPhone: 024) 760 2389
Koordinat GPS: S6°59'8.4" E110°23'1.8" (lihat peta)
Mengusung visi "Bangga Peduli Budaya", Museum Ranggawarsita memiliki puluhan ribu koleksi sejarah kebudayaan serta menjadi tempat yang tepat bagi siapa saja yang ingin mempelajari kebudayaan Jawa.

MUSEUM RANGGAWARSITA
Rekam Jejak Sejarah Kebudayaan Jawa Tengah

"Saiki jamane jaman edan, yen ra edan ra keduman" merupakan salah satu kalimat yang sangat terkenal dan masih sering didengungkan hingga kini. Kalimat yang berarti "sekarang jaman gila, yang tidak ikut gila tidak akan mendapatkan bagian" merupakan penggalan dari Serat Kalatidha yang ditulis oleh Raden Ngabehi Ranggawarsita pada tahun 1860. Sebagai pujangga besar yang karya-karyanya menginspirasi banyak orang, nama Ranggawarsita diabadikan menjadi nama Museum Negeri di Jawa Tengah yang menyimpan koleksi benda-benda sejarah, arkeologi, geologi, numismatik, dan budaya Jawa.
Sebagai tempat konservasi sekaligus tempat untuk belajar tentang sejarah kehidupan dan kebudayaan Jawa, Museum Negeri Ranggawarsita menyimpan puluhan ribu koleksi yang tertata apik baik di dalam maupun di luar ruangan. Memasuki ruang pamer, YogYES disambut gunungan kayu atau gunungan blumbungan yang dipopulerkan oleh Raden Patah pada abad 15. Gunungan yang menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya merupakan simbol filosofi masyarakat Jawa. Gunungan yang juga melambangkan babak baru dalam cerita seolah menjadi gerbong pembuka kisah yang dirangkai di Museum Negeri Ranggawarsita.
Koleksi museum disusun berdasarkan periodisasi waktu, mulai dari proses terbentuknya planet dan alam semesta, hewan dan manusia purba, sejarah peradaban yang muncul di Indonesia dan Jawa Tengah pada khususnya, hingga kebudayaan masa kini. Salah satu koleksi yang sering mengundang decak kagum adalah koleksi emas yang terdiri dari aneka perhiasan hingga benda-benda sarana upacara keagamaan serta mata uang. Tak hanya itu, Museum Negeri Ranggawarsita juga memiliki koleksi wayang yang sangat beragam mulai dari wayang kulit, wayang beber, wayang krucil, wayang kayu, wayang potehi, hingga wayang kontemporer.
Saat sedang mengamati koleksi wayang dan larut dalam keheningan museum, mendadak ruangan berubah menjadi gaduh dan riuh. Rupanya ada ratusan anak Sekolah Dasar yang datang guna belajar tentang budaya. Dengan penuh antusias mereka berdesakan melihat aneka koleksi yang ada di dalam kotak kaca. Menyaksikan hal tersebut sebuah senyum tersungging dan perasaan bahagia memenuhi rongga hati. Semoga museum tak lagi menjadi gudang penyimpanan benda-benda usang, namun benar-benar menjadi tempat belajar dan memahami jati diri suatu bangsa. Semoga!
Jam Buka: Senin - Minggu, pukul 08.00 - 15.30 WIB
Harga Tiket: Dewasa Rp 4.000; Anak-anak Rp 2.000
Koordinat GPS: S6°59'8.4" E110°23'1.8" | S6.985667 E110.383833

Places (radius 1 km dari MUSEUM NEGERI RANGGAWARSITA)

Where to Go (radius 5 km dari MUSEUM NEGERI RANGGAWARSITA)

  • Tentang YOGYES.COM

    YogYES.com (www.yogyes.com) An exceptional website, full of rich content about the city and its culture, with numerous tips for travellers. ~ Lonely Planet
    Visit Yogyakarta, http://www.yogyes.com/, is an extremely useful English-language Web site. ~ The Washington Post
    selengkapnya...

Senin, 23 April 2012

Bencana Alam

Mewaspadai munculnya gempa kategori “megathrust” yang mengancam Padang.
Senin, 25-10-2010

Sekitar selang 2 (dua) minggu saja dari wanti-wanti Tim 9 kemungkinan ancaman bencana qempa bumi berkategori “megathrust” yang berpotensi mengahantam kawasan Padang, Mentawai, dan pesisir Sumatera Barat hari Minggu tgl 24 Okt kemarin dari lokasi yang cukup berdekatan yakni lepas pantai arah Barat propinsi Sumatera Utara dan Aceh terekam terjadinya gempa berskala 5,0 SR dari kedalaman 29 km. Kalangan ahli gempa dan tsunami tanah air yang terhimpun dalam Tim 9 pada kunjungan bersama Staf Khusus Kepresidenan RI di Padang tgl 10 Oktober yl dalam paparan kajian simulasi ancaman gempa di atas mengungkapakan besaran skala qempa yang dapat terjadi dan berpusat di kawasan seputar wilayah pulau Siberut dan Mentawai sebesar hingga 8,9 SR. Gempa berskala sebesar ini disebutkan Ahli Kegempaan LIPI Dr. Danny Hilman Natawidjaja tergolong kategori “megathrust” dengan daya kerusakkan bencana yang amat dahsyat dan dalam prakiraannya kemungkinan terjadi memang sudah diambang pintu.
Gempa dahsyat ini akan berlanjut gelombang tsunami dalam jangka waktu -/+ 2,5 jam menghampiri pesisir Padang dengan ketinggian gelombang hingga setinggi 6 meter yang bakal menyapu sejauh hingga 2 kilometer memasuki wilayah kota Padang yang berpenduduk sejumlah -/+ 1 juta jiwa dan berpotensi merenggut korban hingga sebanyak 150.000 orang.
Dan dengan sekilas saja menyimak paparan data di atas mau tidak mau setiap orang Indonesia langsung teringat akan kejadian mega bencana tsunami Aceh yang terjadi tgl 26 Desember 2004 yang silam; yang berawal dari gempa bumi dahsyat berskala 9,1 SR diikuti gelombang tusnami yang melanda kawasan pantai di NAD Nangroe Aceh Darussalam dan mengakibatkan korban hingga 300.000 jiwa lebih yang terenggut maut.

Apabila khalayak berkesempatan untuk dapat cukup mengingat-ingat kembali bencana gempa yang melanda Padang nyaris persis sekitar setahun berselang (30 Sep 2009), maka seluruh warga masyarakat di tanah air merasakan duka atas cukup tingginya jatuhnya korban jiwa (1.000 orang lebih) akibat gempa berskala 7,6 SR yang berpusat di tepian pantai Sumatera namun tidak menimbulkan bencana tsunami. Kajian sejumlah ahli dibalik kejadian gempa tersebut menyebutkan bahwa gempa yang menghantam kota Padang tersebut berasal bukan dari lokasi pusat gempa di wilayah pulau Siberut dan Mentawai hingga merupakan gempa yang berlainan dari ancaman gempa berskala “megathrust” yang wajib diwaspadai dan diantisipasi kemunculannya !
Apabila mengingat pasca kejadian mega bencana tsunami Aceh 2004 sebenarnya sejumlah ilmuwan ahli gempa Internasional pun sempat membeberkan sejumlah prognosis gempa berskala besar yang berpotensi terjadi di garis patahan tumbukan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia yang berderetan sejajar di lepas garis pantai daratan pulau Sumatera yang antara lain meliputi wilayah kawasan pulau Siberut dan Mentawai menerus ke arah Barat Laut melalui kawasan lepas pantai Aceh, hingga ke kepulauan Andaman di Samudera Hindia. Adanya keseimbangan gaya akibat perlepasan energi antara tumbukan kedua lempeng tektonik dan data sejarah kegempaan khususnya yang berpusat di Siberut dan Mentawai mengindikasikan potensi bakal munculnya gempa dahsyat akibat energi yang tersimpan dan belum terlepas hingga saat ini. Gempa dahsyat berskala 8.7 SR terjadi di kawasan ini pada tahun 1797.
Diimbuhi teori efek domino dan cascade atau efek berantai terjadinya gempa yang muncul beruntun demi mencapai keseimbangan energi pada patahan di lokasi terjadinya regangan stress akibat tumbukan pelat tektonik, maka kalangan para ahli berkeyakinan periode kemunculan gempa dahsyat dipandang tengah mulai memasuki masa kritis untuk muncul terjadi kembali.

Salah satu prognosis ilmiah pernah dipaparkan ilmuwan Prof. John Mc Closkey, dari insitusi The Environmental Sciences Research - Universitas Ulster, Irlandia Utara yang dengan cukup tepat memprakirakan kejadian gempa berskala 8,5 SR yang melanda Mentawai Maret 2005, yang diperingatkannya bakal terjadi diantaranya berhubung semacam efek-domino diatas sebagai dampak lanjutan gempa berikut bencana tsunami Aceh sekitar setahun sebelumnya.
Sementara ilmuwan AS asal California Institute of Technology (Caltech) Dr. Kerry Sieh yang sebelumnya telah selama hampir 20 tahun melaksanakan penelitian intens kegempaan di kawasan Mentawai bersama dengan ilmuwan LIPI Dr. Danny Hilman sampai pada prakiraan betapa gempa dahsyat yang bakal melanda Padang walau waktu kejadiannya mustahil untuk dinyatakan dengan rinci dan tepat kapan waktunya, namun diyakininya bakal terjadi dalam lingkup hitungan generasi yang hidup pada masa kini yakni dalam kisaran waktu -/+ 30 tahun sekarang; atau diurai dalam penjelasannya ; “...kemungkinan terjadi kalau tidak Anda sendiri yang mengalaminya, atau pun kalau tidak demikian maka apabila Anda adalah seorang ayah yang memiliki seorang anak maka kejadiannya bakal dialami dalam kehidupan anak Anda” !

Pantai Parai Tenggiri

15
Mar 2012

Pantai Parai Tenggiri - Bangka

Kategori : Wisata Bahari
Pantai Parai Tenggiri merupakan pantai paling indah dideretan pantai timur Pulau Bangka. Pada awalnya, masyarakat sungailiat menyebut pantai ini sebagai pantai Hakok, kmudian sebagai pantai Tenggiri.
http://farm4.static.flickr.com/3069/2893788945_1bcbe02395.jpg
Sejak dulu ketika masih disebut Hakok, pantai ini merupakan kawasan yang paling digemari untuk dikunjunggi oleh masyarakat setempat. Bebatuan yang banyak terdapat di pantai ini, bagaikan sebuah dekorasi alam yang sangat indah.
http://www.visitbangkabelitung.com/sites/default/files/images/obj_wisata/pantai_parai_tenggiri.jpg
Pantai ini memiliki sebauh resort dengan hotel bintang 4 yakni parai beach resort. Merupakan satu-satunya kawasan tujuan wisata pantai bertarap internasional yang patut dibanggakan dipulau bangka. Hampir semua fasilitas tersedia, mulai dari akomodasi, restauran, bar and grill, café, kolam renang, bahkan sport and leisure.
http://ijolumut99.files.wordpress.com/2011/02/detik_img_9931.jpg

Di ujung kiri pantai, terdapat sebuah gugusan bebatuan yang di tata dengan apik dan di namakan Rock Island. Pada malam hari, pengunjung dapat bersantai sambil menikmati hidangan lezat dan minuman bar, sambil mendengarkan deburan ombak yang menerpa bebatuan tanpa henti. Akses menuju ke sana melalui sebuah jembatan dengan penerangan lampu di sepanjang tepi kanan dan kirinya. Pengunjung dapat berjalan kaki menuju ke Rock Island sambil menikmati pemandangan laut dan riakan ombak.